Kenali Jenis-jenis Alat Kontrasepsi, Selain Pil KB Andalan

pil kb andalan

Apakah saat ini Anda dan pasangan berencana menunda kehamilan? Nah, ada beberapa pilihan alat kontrasepsi yang bisa membantu, seperti suntik, IUD, hingga pil KB Andalan dan merek lainnya.

Alat kontrasepsi ini ada yang digunakan temporer, ada pula permanent. Temporer berarti alat kontrasepsi yang bisa dihentikan, sehingga pengguna masih bisa hamil. Alat KB yang satu ini cocok untuk pasangan yang ingin menunda kehamilan. 

Sedangkan permanent berarti melakukan tindakan sterilisasi sehingga seseorang tidak bisa melakukan pembuahan lagi. Ini biasanya digunakan oleh pasangan yang tidak ingin menambah anak lagi.

Jenis-jenis KB Temporer yang Perlu Diketahui

  1. Pil KB

Pil KB merupakan jenis kontrasepsi temporer. Pil KB sendiri ada 2 golongan, yang mengandung hormon progesteron saja dan kombinasi progesteron – estrogen. 

Contoh pil kontrasepsi kombinasi adalah pil KB Andalan, yang mengandung levonorgestrel sebagai progestin dan ethinyl estradiol sebagai estrogen. 

Pil KB Andalan ini tidak bisa diminum oleh ibu menyusui karena pil kombinasi. Sebab, kandungan estrogen dalam pil KB akan membuat ASI berkurang atau kering. 

Sedangkan salah satu contoh pil KB yang hanya  mengandung progesteron saja adalah pil KB Andalan Laktasi. Pil KB ini memang terserap ASI namun tidak membuat bayi menjadi diare. Pil KB tidak hanya tersedia dalam merek Andalan, tapi ada pula berbagai merek lain yang bisa ditemukan di apotek.

Secara umum, penggunaan pil KB sebagai alat kontrasepsi tingkat keberhasilannya cukup baik, dengan kegalalan hanya sekitar 8 persen apabila digunakan teratur. 

Adapun efek samping dari penggunaan pil KB adalah berupa:

  • Terjadinya peningkatan berat badan
  • Meningkatkan risiko darah tinggi dan penyakit kardiovaskular
  • Bisa mengganggu produksi ASI jika menggunakan pil KB kombinasi
  • Terasa mual
  • Gairah seks menurun
  • Sakit kepala dan terasa tidak nyaman di payudara
  • Terjadi perdarahan tiba-tiba di luar jadwal menstruasi
  1. Implan atau susuk

Kontrasepsi jenis implan ini adalah dengan menanamkan sebuah benda kecil di bagian bawah kulit di lengan bagian atas. Implan atau susuk ini termasuk dalam jenis KB temporer karena hanya efektif mencegah kehamilan selama 3 tahun saja. Setelah itu implan harus diganti. 

Metode susuk ini cocok digunakan oleh pasangan yang ingin menunda kehamilan dalam waktu yang cukup lama dan tidak mau repot harus tiap saat menggunakan alat kontrasepsi. Dari segi harga memang relatif cukup mahal dibanding pil KB. TIngkat keberhasilan alat kontrasepsi jenis susuk ini pun sangat baik dengan kegagalan hanya 1 persen saja. 

Ibu menyusui pun tetap bisa menggunakan jenis KB implan ini, sebab tidak akan mengganggu produksi ASI.

Adapun efek samping KB implan ini berupa:

  • Terjadinya peningkatan berat badan
  • Terasa nyeri di lengan bagian atas dan di tempat implan ditanam
  • Menstruasi tidak teratur
  • Kesulitan hamil setelah implan dilepas
  1. Suntik KB

Ada dua tipe suntik KB, yaitu dilakukan 1 bulan sekali dan 3 bulan sekali. Alat kontrasepsi ini mirip dengan pil KB, hanya saja pil KB harus diminum setiap hari, sedangkan suntik rutin dilakukan tiap bulan atau 3 bulan sekali.

Alat kontrasepsi berbentuk suntik ini juga memiliki efek samping tentunya, yaitu berupa:

  • Gairah seks menurun
  • Rasa mual
  • Berat badan meningkat
  • Skait
  • Jerawatan
  • Terjadi perdarahan di luar jadwal haid atau tidak mengalami menstruasi sama sekali

Kontrasepsi berupa suntik KB ini termasuk golongan temporer dan harganya pun murah. Tingkat keberhasilannya juga baik, kegagalan 3 persen dalam mencegah kehamilan.

  1. IUD

Jenis KB IUD atau Intra Uterine Device adalah kontrasepsi yang mungkin cukup banyak diminati. Kontrasepsi spiral ini bisa mencegah kehamilan dalam jangka waktu yang cukup lama, tidak perlu perawatan yang rumit, dan tingkat keberhasilannya juga tinggi.

Kontrasepsi spiral akan diletakkan di dalam rahim. Dengan begitu sel sperma pun tidak bisa tembus ke sel telur sehingga tidak terjadi kehamilan. 

IUD pun terdiri dari 2 jenis, yaitu hormon yang bertahan selama 5 tahun dan tembaga yang bisa bertahan 10 tahun.

Efek samping penggunaan IUD ini adalah:

  • Bisa terlepas atau posisinya bergeser
  • Keram perut atau terasa sakit di bagian bawah perut
  • Perdarahan yang cukup banyak ketika menstruasi atau haid bisa menjadi tidak teratur
  • Bisa terjadi infeksi ketika keberadaan IUD ditolak oleh tubuh

Itulah berbagai jenis alat kontrasepsi temporer yang bisa digunakan. Mulai dari suntik, implan, IUD, hingga pil KB Andalan. Tinggal pilih jenis KB yang sesuai dengan keinginan Anda dan pasangan.