Penanganan Covid-19 Di Rumah Sakit Tegal Selama Pandemi

Dalam penanganan kasus Covid-19, Pemerintah kabupaten Tegal selama ini telah mengerahkan rumah sakit rujukan untuk penanganan pasien Covid-19. Sejak Maret 2020 lalu, Pemkab Tegal membuka rumah sakit rujukan sebanyak 9 rumah sakit tegal. Penyiapan Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Tegal Joko Wanoro mengatakan, sembilan rumah sakit yang disiapkan terdiri dari satu rumah sakit rujukan dan delapan rumah sakit pendukung.

Kasus harian Covid-19 di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, meningkat hingga tiga kali lipat dalam sepekan terakhir pada Mei 2021 lalu. Lonjakan kasus harian diduga akibat kerumunan pada acara-acara keagaman dan tempat wisata serta tingginya mobilitas masyarakat.

Sepekan terakhir, jumlah kasus harian Covid-19 yang dicatatkan di Sistem Informasi Pemantauan Covid-19 Kabupaten Tegal lebih tinggi dibandingkan pekan-pekan sebelumnya. Dua pekan lalu, misalnya, rata-rata kasus Covid-19 baru di wilayah itu 20 kasus per hari. Namun, pekan ini, jumlah kasus baru mencapai 61 hingga 84 kasus per hari.

Berdasarkan berita dari radartegal.com sejumlah rumah sakit di Kabupaten Tegal dipenuhi pasien Covid-19. Salah satunya di Rumah Sakit Mitra Siaga (RSMS) Mejasem, Kramat, Kabupaten Tegal.

Peningkatan jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 ini terjadi sejak Ramadan hingga Lebaran kemarin. Juru Bicara Covid-19 RS Mitra Siaga, dr Rochmatullah mengatakan jumlah pasien Covid-19 di RSMS hampir melebihi kapasitas.

“Setelah Idul Fitri, dua hari ini pasien di bangsal isolasi biasa, hanya tersisa 1 tempat tidur, di ICU tersisa tiga tempat tidur,” kata dr Rochmatullah, Kamis (20/5/2021).

Hingga sabtu 05 Juni 2021 kasus yang terkonfirmasi di total suspek sebanyak 3.952, sedangkan total sembuh sebanyak 3.779, dirawat 37, dan meninggal sebanyak 136 orang. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tegal, Jawa Tengah sudah menyiapkan 78 tempat pemberian vaksin seperti di rumah sakit tegal 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal Hendadi Setiaji mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan tempat, tenaga kesehatan dan teknis distribusi vaksin Covid-19.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal Hendadi Setiadji, berdasarkan berita tribunjateng.com mengingat jumlah vaksin yang terbatas sehingga dalam prosesnya sempat tersendat. Maka, pihaknya berusaha untuk mengatur sasaran yang akan divaksin supaya seusai dengan jumlah dosis yang tersedia.

Seperti dalam hal ini mendahulukan kelompok rentan yaitu lansia dan petugas layanan publik. Membahas jumlah sasaran penerima vaksin di Kabupaten Tegal, untuk Tenaga Kesehatan (Nakes) sasaran 5.037 orang. Namun pada pelaksanaan di lapangan jumlah yang tervaksin jauh lebih banyak, yaitu pada vaksin dosis pertama sebanyak 6.369 orang dan vaksin dosis kedua sebanyak 6.230 orang.

Petugas Pelayanan Publik jumlah sasaran sebanyak 117.108 orang. Dari sasaran tersebut pada vaksin dosis pertama baru terlaksana 22.928 orang. Sedangkan vaksin dosis kedua baru 17.143 orang. Sedangkan untuk Lansia jumlah sasaran sebanyak 107.935 orang.

Dari sasaran tersebut pada vaksin dosis pertama baru terlaksana 16.398 orang, dan vaksin dosis kedua baru terlaksana 11.853 orang. Sehingga total capaian berdasarkan dosis vaksin dari total jumlah sasaran 230.080, pada dosis pertama baru tercapai 45.695 atau 19,9 persen hampir 20 persen. 

Sedangkan dosis kedua baru tercapai 35.226, sehingga jika ditotal baru terlaksana 149.159 dari sasaran 230.080.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *