Begini Cara Atasi Payudara Bengkak Saat Menyusui

Pembengkakan payudara terjadi karena meningkatnya aliran darah dan suplai ASI yang terjadi dalam beberapa hari setelah persalinan. Payudara bengkak saat menyusui sering terjadi kembali walau sudah hilang pada waktu-waktu awal setelah melahirkan.

Hingga dikeluarkan dan diberikan kepada bayi, kemungkinan besar produksi ASI ini bisa terlalu banyak sehingga menyebabkan pembengkakan payudara. Kondisi ini dapat mengakibatkan payudara terasa kencang, keras, dan sensitif saat disentuh.

Cara mengatasi payudara bengkak saat menyusui

Payudara yang bengkak bisa terasa tidak nyaman dan juga mengganggu proses menyusui. Cara untuk mengatasinya sebenarnya sederhana, bahkan hanya dengan rutin dan aktif menyusui maupun memompa ASI bisa segera menghilangkan kondisi ini.

Dengan aktif menyusui, tubuh Anda akan mulai beradaptasi untuk memproduksi ASI sesuai yang dibutuhkan oleh bayi. Anda juga bisa mengatur waktu menyusui dan juga memompa ASI untuk menstimulasi produksi ASI untuk mencukupi kebutuhan bayi. 

Berikut adalah beberapa cara mudah lainnya untuk mengatasi payudara bengkak saat menyusui:

  • gunakan kompres air hangat atau mandi dengan air hangat sebelum menyusui
  • rutinkan menyusui, setidaknya 1-3 jam
  • biarkan bayi Anda menyusu hingga kenyang, dan berikan ketika lapar
  • pijat payudara Anda sembari menyusui
  • jika terasa nyeri dan terlalu membengkak, Anda bisa menggunakan kompres dingin
  • cari posisi menyusui yang nyaman sehingga ASI bisa keluar dengan lancar
  • berganti-ganti payudara saat menyusui sehingga suplai bisa segera kosong dan berganti baru
  • pompa ASI ketika Anda tidak bisa menyusui
  • minum obat pereda nyeri yang diresepkan oleh dokter

Cara mencegah payudara bengkak saat menyusui

Anda memang tidak bisa mencegah payudara menjadi bengkak pada hari-hari pertama setelah melahirkan. Namun Anda bisa mencegahnya begitu tubuh Anda memahami cara mengatur produksi ASI sehingga tidak memproduksinya secara berlebihan.

Beberapa cara yang bisa Anda lakukan, misalnya rutin menyusui atau memompa ASI jika Anda bekerja atau bayi sudah kenyang kemudian gunakan kompres dingin untuk memperlambat produksi ASI sehingga tidak berisiko kelebihan dan menyebabkan bengkak.

Dengan menggunakan kompres dingin juga bisa membantu mengurangi terpicunya refleks let-down atau mengalirnya ASI secara deras karena jumlah ASI yang menumpuk. Hal ini disebabkan reaksi karena akumulasi dan kondisi payudara yang ‘penuh’, sehingga payudara akan segera mengeluarkan ASI agar kosong dan bisa diisi kembali.

Refleks ini bisa menyebabkan bayi tersedak dan mungkin berisiko membuatnya tidak percaya diri dan menolak untuk menyusui, bahkan mengakibatkan lecetnya puting. Tentunya hal ini bisa berdampak buruk apabila Anda memutuskan untuk memberikannya ASI eksklusif.

Di sisi lain, Anda bisa mencoba untuk memompa ASI dan memberikannya melalui botol kepada bayi. Bisa jadi bayi akan bereaksi lebih positif terhadap dot bayi ketimbang puting Anda.

Saat Anda mulai ingin menyapih bayi, jangan terburu-buru atau berhenti menyusui secara mendadak. Sapih bayi secara perlahan sehingga ia akan terbiasa dengan kebutuhan yang berkurang. 

Memompa ASI saat payudara membengkak tidak akan membuatnya semakin buruk, namun justru membantu meredakannya. Tidak perlu lagi khawatir untuk memompa ASI untuk mengurangi pembengkakan pada payudara.

Jika Anda terus-terusan mengalami pembengkakan payudara yang sakit, sebaiknya periksakan pada konsultasi laktasi atau kelompok pendukung laktasi. Sehingga Anda akan mendapatkan solusi dan dukungan atas kondisi Anda.

Apabila payudara bengkak saat menyusui tidak segera hilang dalam tiga hingga empat hari atau Anda mengalami demam tinggi, segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan penanganan medis. Sebab bisa jadi pembengkakan tersebut mengindikasikan masalah yang lebih serius seperti infeksi payudara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *