Perhatikan Rasa Mual Ini Sebelum Mengonsumsi Hufadon Domperidone

Rasa mual dan ingin muntah yang sering dialami bisa bersumber dari banyak faktor. Hal ini bisa menunjukkan sebagai suatu gejala dari suatu penyakit, menandakan kondisi kesehatan tertentu, atau bahkan sebagai efek samping dari obat atau prosedur medis yang sedang dijalani. Maka dari itu, banyak pula obat yang dapat mengatasi rasa mual dan ingin muntah yang disesuaikan dengan kebutuhannya, salah satunya Hufadon Domperidone.

Mengandung Domperidone sebanyak 5 mg, obat ini dimasukkan ke dalam kategori antibiotik. Antiemetik atau anti muntah adalah jenis obat-obatan yang mampu membantu mengatasi rasa mual dan muntah. Jenis obat antiemetik bekerja dengan cara menghambat senyawa neurotransmitter (senyawa yang memicu reaksi mual dan muntah) di dalam tubuh. 

Hufadon suspensi adalah obat untuk mengatasi mual dan muntah akut

Domperidone sendiri bekerja pada bagian chemoreceptor trigger zone (CTZ), yakni sekumpulan sel di medulla oblongata yang sensitif terhadap racun bahan kimia tertentu yang menyebabkan muntah. Jika bagian ini aktif, maka ia akan mengirimkan sinyal kepada area lain otak dimana pusat muntah berada dan menyebabkan refleks muntah.

Domperidone bertugas untuk memblokir CTZ agar mencegah mual dikirim ke pusat lain otak sehingga mencegah terjadinya muntah. Obat ini digunakan untuk menghilangkan rasa mual dan muntah terutama yang disebabkan oleh terapi sitotoksik atau kemoterapi. 

Pada penyakit Parkinson pun, domperidone juga digunakan untuk mencegah mual dan muntah selama terapi menggunakan apomorfin, levodopa, dan pramipexole. Domperidone digunakan pula untuk mengobati muntah akibat kontrasepsi darurat.

Tak hanya itu, obat ini juga dapat digunakan untuk mengobati gejala gangguan lambung karena bekerja dengan cara meningkatkan pergerakan makanan melalui lambung dan saluran pencernaan agar lebih cepat. 

Lalu apakah rasa mual dan muntah yang dialami oleh ibu hamil bisa disembuhkan dengan Domperidone?

Mual yang dirasakan pada saat kehamilan merupakan hal yang wajar dan sering terjadi, hal ini bisa disebabkan karena hormon kehamilan sedang dalam peningkatan. Mual dan muntah ini tidak berbahaya jika masih dalam batas aman. Namun, jika sudah terjadi secara terus menerus sehingga ibu menjadi lemas, maka diperlukan pemeriksaan dokter dan pemberian obat untuk mengatasi rasa mual dan muntah.  

Penggunaan kandungan domperidone untuk menghilangkan rasa mual dan muntah pada ibu hamil sedikit membingungkan. Obat ini masuk ke dalam kategori C, yakni studi menunjukkan adanya efek samping pada janin binatang, namun belum ada studi terkontrol pada ibu hamil. Obat ini hanya diberikan jika keuntungan yang didapat lebih besar daripada risiko pada janin.

Namun, menurut National Health Service (NHS) Inggris, domperidone tidak dianjurkan saat menyusui karena kangsungannya bisa tercampur ke dalam ASI. Hal ini mengalami perbedaan dalam beberapa pandangan tentang efek domperidone, terkadang obat ini juga digunakan untuk meningkatkan kuantitas ASI. 

Pada beberapa kasus, domperidone diberikan batasan pada ibu hamil dengan riwayat penyakit jantung dan juga pada bayi prematur, karena bisa menimbulkan efek samping detak jantung yang tidak teratur. 

Oleh karena itu, jika ibu hamil atau menyusui ingin mengatasi rasa mual dan muntah dengan mengonsumsi Hufadon Domperidone, jangan lupa untuk mengonsultasikan kepada dokter terlebih dahulu agar terhindar dari efek samping yang berbahaya bagi ibu maupun janin.

Aspilet adalah Obat Berbahaya untuk Anak, Benarkah?

Aspilet adalah obat yang digunakan untuk meredakan demam dan berfungsi sebagai pereda nyeri. Aspilet mengandung asam asetilsalisilat atau yang juga sering disebut sebagai aspirin.

Aspirin dikenal sebagai salah satu obat keras yang berbahaya untuk dikonsumsi oleh anak-anak. Benarkah begitu?

Kandungan dan manfaat Aspilet

Aspilet sering digunakan untuk meredakan demam dan menghilangkan rasa sakit. Kandungan asam asetilsalisilat di dalamnya bekerja dengan menghalangi pembentukan rangsangan nyeri dengan meghambat nzim siklooksigenase yang berperan dalam produksi prostaglandin, atau senyawa yang menimbulkan gejala peradangan, seperti rasa nyeri dan bengkak.

Selain obat ini bekerja di area hipotalamus atau pusat pengatur panas untuk melebarkan pembuluh darah. Sehingga meningkatkan suplai darah perifer dan mendorong keringan untuk keluar dan panas akan turun.

Asam asetilsalisilat merupakan nama lain dari aspirin, dan jika digunakan dalam dosis rendah diketahui dapat digunakan sebagai obat pengencer darah atau koagulan.

Aspilet adalah obat berbahaya untuk anak?

Karena Aspilet adalah obat yang mengandung aspirin, tentu obat ini tidak dianjurkan untuk dikonsumsi di bawah usia 18 tahun. Sehingga jika dikonsumsi oleh anak-anak pasti akan berbahaya karena bisa menimbulkan risiko yang tidak diinginkan.

Mengapa tidak boleh dikonsumsi oleh anak-anak? Aspirin diketahui dapat meningkatkan penyakit serius yang disebut Sindrom Reye’s yang muncul setelah infeksi virus seperti demam, flu, atau cacar air dan dapat menyebabkan cedera otak permanen atau bahkan kematian.

Walaupun begitu, beberapa dokter bisa saja meresepkan aspirin pada anak-anak yang mengidap penyakit Kawasaki atau mencegah penggumpalan darah setelah operasi jantung.

Sebagai pengganti aspirin untuk manfaat yang sama dokter umumnya akan meresepkan asetaminofen atau ibuprofen dengan dosis yang sesuai.

Selain anak-anak, Aspilet adalah obat yang juga dilarang untuk kondisi berikut ini:

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap asam asetilsalisilat.
  • Pasien yang mengalami asma.
  • Pasien yang mengalami luka pada dinding lambung dan usus 12 jari.
  • Pasien yang mengalami gangguan perdarahan pada bagian bawah kulit.
  • Pasien dengan gangguan pembekuan darah.
  • Pasien yang mengalami kadar trombosit rendah dalam tubuh (trombositopenia).
  • Pasien yang mengonsumsi obat penghambat pembekuan darah (antikoagulan).

Tips atasi demam pada anak

Selain menggunakan Aspilet untuk meredakan demam pada anak, sebaiknya Anda menggunakan cara-cara berikut ini: 

1. Konsumsi obat pereda panas

Dibandingkan menggunakan Aspilet, sebaiknya berikan obat yang mengandung asetaminofen atau ibuprofen pada anak. Berikan sesuai dosis yang dianjurkan sesuai dengan usia atau berat badan, kecuali pada bayi di bawah usia dua bulan. 

2. Ciptakan suasana nyaman

Gunakan pakaian dan selimut yang ringan, bahan yang terlalu tebal justru mencegah panas tubuh keluar dan menyebabkan suhu tubuh terus naik. Tentukan suhu yang nyaman dan tepat di kamar anak, hindari penggunaan barang-barang atau suhu yang dingin.

3. Berikan makanan dan minuman yang cukup

Saat anak demam biasanya rentan mengalami dehidrasi, oleh karena itu penting menjaga hidrasi dengan memperbanyak asupan cairannya. Hindari minuman mengandung kafein, minuman berenergi, dan biarkan anak Anda mengonsumsi apa yang mereka inginkan dalam jumlah yang wajar.

4. Perbanyak istirahat

Pastikan anak Anda beristirahat dengan cukup, dan sebaiknya tidak masuk sekolah atau berada di tempat penitipan anak terlebih dahulu sebelum benar-benar pulih atau suhu badannya turun. 

Aspilet adalah obat yang dapat menurunkan demam dan membantu meredakan rasa nyeri, namun karena mengandung aspirin maka sebaiknya tidak digunakan pada anak-anak. Penggunaan pada anak hanya dapat dilakukan hanya dengan anjuran dan pengawasan dokter untuk mencegah risiko penyakit fatal. 

Tips Meredakan Batuk Alergi, Salah Satunya dengan Prome Ekspektoran

prome

Tahukah Anda bahwa ternyata batuk tidak hanya disebabkan oleh flu? Ternyata, batuk juga dapat disebabkan oleh alergi, lho. Meskipun batuk jenis apapun sama-sama membuat Anda tidak nyaman ketika mengalaminya, namun batuk yang disebabkan oleh alergi memiliki perbedaan dengan batuk yang lain.

Batuk yang muncul akibat alergi akan memengaruhi sistem kekebalan tubuh sehingga menimbulkan reaksi yang lebih. Jika seseorang tiba-tiba batuk tanpa ada virus penyebabnya, bisa jadi batuk tersebut adalah batuk alergi.

Apa itu batuk alergi?

Batuk alergi adalah istilah yang digunakan untuk membedakan batuk yang disebabkan oleh alergi dengan batuk yang disebabkan oleh flu biasa. Batuk biasanya disertai dengan pilek dan hidung tersumbat, dan gejala ini terjadi bersamaan ketika seseorang menderita pilek atau reaksi alergi. 

Terkadang sulit untuk mendiagnosis dan mengobati batuk karena pasien tidak yakin apa sebenarnya penyebabnya. Akibatnya, mereka mungkin mengambil obat yang salah dan gagal untuk mencari perhatian medis yang tepat.

Batuk alergi bisa diatasi dengan beberapa treatment dan juga dengan mengkonsumsi obat batuk seperti Prome Ekspektoran. Namun sebelum membahas bagaimana tips redakan batuk alergi, mari kita bahas dulu penyebab dari batuk jenis ini.

Penyebab munculnya batuk alergi

Batuk alergi biasanya muncul disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang terlalu aktif dan bekerja secara berlebihan dalam merespon zat-zat tertentu yang membuat tubuh terpapar. Ini terjadi ketika tubuh salah mengira zat yang tidak berbahaya menjadi zat yang berbahaya, dan kemudian memulai sistem pertahanan untuk menangkalnya.

Kondisi ini menyebabkan pelepasan bahan kimia yang disebut histamin, yang dilepaskan tubuh ketika menderita flu atau pilek. Histamin bertanggungjawab atas pilek, batuk, bersin, dan pembengkakan pada saluran hidung, sehingga akan menimbulkan gejala seperti flu. Inilah saat batuk alergi masuk.

Batuk alergi juga banyak dipengaruhi oleh faktor eksternal. Faktor cuaca dan debu sangat berpengaruh dengan kemunculan batuk alergi untuk beberapa orang yang lebih rentan dengan hal tersebut.

Faktor lainnya yang bisa menyebabkan batuk alergi seperti:

  • Bulu dari hewan peliharaan
  • Debu
  • Serbuk sari tanaman
  • Spora dari jamur yang mungkin tumbuh di dalam rumah

Ketika seseorang mengalami batuk alergi, ia akan merasakan rasa menggelitik di tenggorokan. Batuk alergi biasanya akan menyerang lebih parah di malam hari. Hal ini disebabkan ketika malam hari, tubuh akan berbaring atau dalam posisi tidur yang menyebabkan dahak akan tergenang di paru-paru hingga naik ke tenggorokan dan menyebabkan refleks berupa batuk.

Cara meredakan dan treatment untuk batuk alergi

Ada beberapa cara atau perawatan untuk mengatasi batuk alergi yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Beberapa cara yang bisa dilakukan, yaitu:

  1. Menjaga tubuh agar tetap terhidrasi

Dengan menjaga tubuh agar tetap terhidrasi, membran mukosa atau selaput lendir akan tetap lembab karena ketika batuk terjadi, salah satu cara untuk meredakannya adalah dengan meminum air.

Cara ini juga sangat ampuh terutama ketika di musim dingin atau ketika cuaca dingin yang mana cuaca tersebut menyebabkan udara disekitar menjadi kering. Cuaca kering cepat membuat seseorang dehidrasi dan menimbulkan refleks batuk.

  1. Mandi dengan menggunakan air hangat

Cara lainnya yang bisa dilakukan adalah mandi dengan air hangat. Air hangat dapat melonggarkan saluran di hidung atau tenggorokan yang terasa mampet serta mengencerkan dahak, sehingga cara ini sangat baik dalam meredakan batuk.

  1. Menggunakan humidifier

Humidifier adalah alat pelembab udara yang bekerja dengan menyemprotkan uap air ke udara. Humidifier sangat baik dalam untuk memberikan udara yang lebih sehat dan nyaman, sehingga mampu membantu mengusir batuk alergi yang sangat mengganggu terutama ketika hendak tidur.

  1. Mengkonsumsi obat batuk seperti Prome Ekspektoran Sirup

Anda juga bisa mengatasi batuk alergi dengan mengkonsumsi obat pereda batuk seperti Prome Ekspektoran Sirup. Obat ini memiliki khasiat untuk meredakan batuk yang disebabkan oleh alergi dan batuk berdahak dengan kandungan bahan aktif prometazin HCl, potassium guayacolsulfonato, dan sodium sitrat.

Prometazin HCL yang terkandung dalam Prome Ekspektoran Sirup ini akan bekerja secara efektif untuk meredakan batuk dan mengatasi reaksi alergi. Sedangkan potassium guaiacolsulfonate dan sodium citrate mendukung kinerja prometazin HCL untuk mengencerkan dahak yang mengganggu sehingga lebih mudah dikeluarkan.