Jenis-jenis Susu Formula untuk Bayi Berdasarkan Kandungannya

Susu formula untuk bayi pada dasarnya bisa diberikan kepada bayi untuk menunjang tumbuh kembangnya. Namun memang, pemberian susu formula hanya sebagai tambahan jika ASI tidak mencukupi ataupun si kecil berada dalam kondisi khusus yang memerlukan sokongan susu formula. 

Pilihan susu formula terbaik untuk bayi usia 0 sampai 6 bulan

Namun, tahukah Anda bahwa susu formula untuk bayi ada banyak jenis. Bukan hanya dari bentuknya yang berupa bubuk ataupun formula cair siap saji. Lebih daripada itu, yang lebih penting adalah mengetahui jenis-jenis susu formula berdasarkan kandungannya. 

Berikut ini adalah beberapa jenis susu formula untuk bayi berdasarkan kandungannya. Jangan lupa untuk berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter anak mengenai jenis susu formula apa yang paling sesuai bagi kebutuhan bayi Anda. 

Susu Formula dengan Protein Standar 

Ini merupakan susu formula untuk bayi yang paling banyak di pasaran dan mudah ditemukan. Susu ini sama sekali tidak memproses protein susu sapi yang merupakan bahan dasarnya. Di mana sebenarnya protein pada susu sapi lebih besar daripada protein yang terdapat di air susu ibu (ASI). Sebagian besar bayi yang sehat  bisa menyerap protein yang lebih besar ini dengan baik! Hanya saja, waktu cernanya menjadi lebih lama dibandingkan ASI. 

Susu Formula Pereda Lapar 

Jenis susu formula untuk bayi yang satu ini mengandung lebih banyak kasein daripada whey. Di mana kandungan kasein membuat produk susu tersebut lebih sulit dicerna oleh bayi sehingga ia menjadi kenyang lebih lama. Pemberian susu formula untuk bayi yang satu ini harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter anak. Pasalnya, meski sering digambarkan bisa meredakan lapar bayi dengan cepat dan lama, jenis susu ini belum terbukti membuat bayi menjadi lebih tenang atau tidur lebih lama. 

Susu Formula Terhidrolisis Sebagian

Terhidrolisis secara harfiah berarti “terpecah.” Protein dalam susu formula yang terhidrolisis sebagian dipecah menjadi lebih kecil ukurannya sehingga lebih mudah diserap. Model susu formula untuk bayi ini cocok menjadi pilihan bagi bayi baru lahir atau bayi yang mengalami ketidaknyamanan mencerna protein ukuran penuh. Bayi-bayi yang memiliki riwayat masalah pencernaan pun sebaiknya diberikan susu formula terhidrolisis sebagian ini.

Susu Formula Protein Terhidrolisis Penuh

Protein yang terhidrolisis penuh berukuran kecil. Protein yang terhidrolisis penuh umumnya bersifat hipoalergenik. Pasalnya, potongan protein yang sangat kecil tidak akan memicu alergi pada anak yang alergi terhadap protein susu sapi ukuran penuh. Karena itulah, jenis susu formula ini sering disebut juga sebagai susu hypoallergenic. Jenis susu formula untuk bayi ini cocok bagi bayi bayi yang memiliki masalah pencernaan yang parah. Hanya saja, penggunaannya harus sesuai rekomendasi dokter anak. 

Susu Formula Anti Refluks 

Jenis susu formula untuk bayi ini lebih kental dibandingkan jenis susu biasa. Model ini bisa mencegah refluks pada bayi.  Yang perlu diperhatikan, penyajian susu formula anti-refluks mungkin berbeda dengan formula standar. Di mana umumnya, pedoman membuat susu formula disarankan menggunakan air matang yang telah didiamkan tidak lebih dari 30 menit sehingga suhunya masih di atas 70C. Namun pada susu anti refluks, suhu air direkomendasikan lebih rendah. 

Susu Formula Bebas Laktosa 

Susu formula untuk bayi yang satu ini cocok untuk bayi yang tidak toleran laktosa. Ini berarti mereka tidak dapat menyerap laktosa, yang merupakan gula yang secara alami ada dalam susu dan produk susu Intoleransi laktosa jarang terjadi pada bayi. Namun jika bayi Anda kerap mengalami gejala diare, sakit perut, angin dan kembung saat minum air susu bayi, cobalah berkonsultasi ke dokter anak karena besar kemungkinan buah hati Anda mengalami intoleransi laktosa sehingga memerlukan susu formula bebas laktosa.

Susu Formula Kedelai 

Susu formula kedelai terbuat dari kacang kedelai, bukan susu sapi. Kadang-kadang digunakan sebagai alternatif susu formula sapi untuk bayi yang memiliki alergi susu sapi. Hanya saja, ada beberapa kekhawatiran tentang fakta bahwa kedelai mengandung fitoestrogen yang bisa berpengaruh pada perkembangan reproduksi bayi, terutama pada bayi yang hanya minum susu formula berbahan dasar kedelai. Kandungan ini pun disinyalir bisa membuat tinggi badan anak menjadi lebih rendah dibandingkan anak sepantarannya. Karena alasan ini, penggunaan susu formula kedelai harus benar-benar dikonsultasikan kepada dokter. 

Mau apapun pilihan susu formula untuk bayi yang Anda pilih, selalu konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter. Pastikan pula pilihan Anda bergantung kebutuhan anak, bukan karena tren.

Begini Cara Atasi Payudara Bengkak Saat Menyusui

Begini Cara Atasi Payudara Bengkak Saat Menyusui

Pembengkakan payudara terjadi karena meningkatnya aliran darah dan suplai ASI yang terjadi dalam beberapa hari setelah persalinan. Payudara bengkak saat menyusui sering terjadi kembali walau sudah hilang pada waktu-waktu awal setelah melahirkan.

Hingga dikeluarkan dan diberikan kepada bayi, kemungkinan besar produksi ASI ini bisa terlalu banyak sehingga menyebabkan pembengkakan payudara. Kondisi ini dapat mengakibatkan payudara terasa kencang, keras, dan sensitif saat disentuh.

Cara mengatasi payudara bengkak saat menyusui

Payudara yang bengkak bisa terasa tidak nyaman dan juga mengganggu proses menyusui. Cara untuk mengatasinya sebenarnya sederhana, bahkan hanya dengan rutin dan aktif menyusui maupun memompa ASI bisa segera menghilangkan kondisi ini.

Dengan aktif menyusui, tubuh Anda akan mulai beradaptasi untuk memproduksi ASI sesuai yang dibutuhkan oleh bayi. Anda juga bisa mengatur waktu menyusui dan juga memompa ASI untuk menstimulasi produksi ASI untuk mencukupi kebutuhan bayi. 

Berikut adalah beberapa cara mudah lainnya untuk mengatasi payudara bengkak saat menyusui:

  • gunakan kompres air hangat atau mandi dengan air hangat sebelum menyusui
  • rutinkan menyusui, setidaknya 1-3 jam
  • biarkan bayi Anda menyusu hingga kenyang, dan berikan ketika lapar
  • pijat payudara Anda sembari menyusui
  • jika terasa nyeri dan terlalu membengkak, Anda bisa menggunakan kompres dingin
  • cari posisi menyusui yang nyaman sehingga ASI bisa keluar dengan lancar
  • berganti-ganti payudara saat menyusui sehingga suplai bisa segera kosong dan berganti baru
  • pompa ASI ketika Anda tidak bisa menyusui
  • minum obat pereda nyeri yang diresepkan oleh dokter

Cara mencegah payudara bengkak saat menyusui

Anda memang tidak bisa mencegah payudara menjadi bengkak pada hari-hari pertama setelah melahirkan. Namun Anda bisa mencegahnya begitu tubuh Anda memahami cara mengatur produksi ASI sehingga tidak memproduksinya secara berlebihan.

Beberapa cara yang bisa Anda lakukan, misalnya rutin menyusui atau memompa ASI jika Anda bekerja atau bayi sudah kenyang kemudian gunakan kompres dingin untuk memperlambat produksi ASI sehingga tidak berisiko kelebihan dan menyebabkan bengkak.

Dengan menggunakan kompres dingin juga bisa membantu mengurangi terpicunya refleks let-down atau mengalirnya ASI secara deras karena jumlah ASI yang menumpuk. Hal ini disebabkan reaksi karena akumulasi dan kondisi payudara yang ‘penuh’, sehingga payudara akan segera mengeluarkan ASI agar kosong dan bisa diisi kembali.

Refleks ini bisa menyebabkan bayi tersedak dan mungkin berisiko membuatnya tidak percaya diri dan menolak untuk menyusui, bahkan mengakibatkan lecetnya puting. Tentunya hal ini bisa berdampak buruk apabila Anda memutuskan untuk memberikannya ASI eksklusif.

Di sisi lain, Anda bisa mencoba untuk memompa ASI dan memberikannya melalui botol kepada bayi. Bisa jadi bayi akan bereaksi lebih positif terhadap dot bayi ketimbang puting Anda.

Saat Anda mulai ingin menyapih bayi, jangan terburu-buru atau berhenti menyusui secara mendadak. Sapih bayi secara perlahan sehingga ia akan terbiasa dengan kebutuhan yang berkurang. 

Memompa ASI saat payudara membengkak tidak akan membuatnya semakin buruk, namun justru membantu meredakannya. Tidak perlu lagi khawatir untuk memompa ASI untuk mengurangi pembengkakan pada payudara.

Jika Anda terus-terusan mengalami pembengkakan payudara yang sakit, sebaiknya periksakan pada konsultasi laktasi atau kelompok pendukung laktasi. Sehingga Anda akan mendapatkan solusi dan dukungan atas kondisi Anda.

Apabila payudara bengkak saat menyusui tidak segera hilang dalam tiga hingga empat hari atau Anda mengalami demam tinggi, segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan penanganan medis. Sebab bisa jadi pembengkakan tersebut mengindikasikan masalah yang lebih serius seperti infeksi payudara.